ANALISIS MATERI AJAR DAN MASALAH PEMBELAJARAN
DI FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PKK
PRODI TATA BOGA UNIMED
Abstrak
Leony S.L. Purba (8126141011)
Penelitian berbentuk mini riset ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian
materi ajar dengan kebutuhan Prodi dan juga untuk mengetahui masalah-masalah
pembelajaran yang ada di Prodi Tata Boga, Fakultas Teknik Unimed .
Penelitian ini dilaksanakan di fakultas teknik Universitas Negeri Medan,
dimana yang menjadi sampel adalah Prodi Tata B0ga. Untuk mencapai tujuan
dilakukan penelitian dengan pendekatan deskriptif, dimana instrumen
penelitian yang digunakan yaitu wawancara dan dokumen. Wawancara dilakukan kepada ketua prodi Tata Boga dan
dosen yang mengampu mata kuliah kimia atau yang berkaitan dengan kimia,
sementara dokumen yang diperoleh adalah kontrak kuliah dari dosen pengampu.
Kemudian data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka di dapat bahwa pada prodi Tata Boga
pada mata kuliah kimia tata boga belum memiliki silabus dan RPP yang ada hanya
kontrak kuliah antara dosen dengan mahasiswa. Berdasarkan mata kuliah acuan
dari UNJ bahwa jumlah SKS mata kuliah yang berhubungan dengan kimia seharusnya
berjumlah 4 SKS, namun yang ada pada Unimed hanya 2 SKS yaitu Kimia tata boga.
Kendala tersebut mengakibatkan pengetahuan awal mahasiswa kurang karena
kurangnya waktu dosen dalam hal mengenai materi dalam hal mengajarkam kimia
dasar.
A. PENDAHULUAN
Perubahan demi perubahan
selalu dilakukan demi meningkatkan mutu pendidikan indonesia, sehingga Bangsa
Indonesia dapat memproduksi lulusan pendidikan yang berkualitas agar dapat
meningkatkan kesejahteraan Negara ini. Pendidikan yang berkualitas harus
memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan yang
ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, dan merupakan
penjabaran lebih lanjut dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, telah
menggariskan ketentuan minimum bagi satuan pendidikan formal agar dapat
memenuhi mutu pendidikan di semua jenjang pendidikan.
Karena begitu beragamnya
pendidikan di Indonesia, maka dilakukan pemerataan pendidikan melalui semua
jalur. Pemerataan nampak pada persebaran prestasi anak didik. Untuk mengukur
prestasi, mereka menggunakan apa yang disebut dengan Indeks Fasilitas (IF) yang
merupakan perbandingan jumlah peserta SPMB/UMPTN kelompok IPA yang menjawab
soal ujian dengan benar dibandingkan dengan jumlah seluruh peserta. Dengan
demikian bila didapati nilai IF yang besar maka berarti banyak peserta menjawab
dengan benar soal ujian tersebut, dan bila nilai IF kecil adalah kebalikannya.
Hasil Indeks Fasilitas dari calon mahasiswa di Sumatera dan Jawa Barat tersebut
selama rentang sembilan tahunan (1997-2006) adalah: Biologi indeks fasilitas
27,5%, Fisika indeks fasilitas 14,6%, Kimia indeks fasilitas 28,4%,
Matematika indeks fasilitas 16,3%. Hal ini menunjukkan bahwa soal-soal MIPA
sangat sulit bagi calon mahasiswa kita (tidak ada yang diatas batas layak
sekitar 70% lebih; kalau dianggap nilai 7 dari skala 0-10 adalah
"layak"); pelajaran fisika termasuk yang paling sulit dan yang paling
baik adalah pelajaran kimia, walaupun masih jauh di bawah angka yang
diharapkan. Pelajaran Biologi yang dianggap lebih mudah dan banyak hapalan
tidak mencerminkan hasil yang bagus juga. Bila dirujuk bahwa MIPA merupakan
dasar berkembangnya produktivitas, inovasi maupun 'competitiveness' suatu
bangsa, maka ini juga mengindikasikan negara kita masih lemah dalam
menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan kompetitif.
Dari pemaparan diatas ditemukan bahwa
hasil belajar kimia tergolong rendah, dapat disimpulkan bahwa ada peserta didik
yang mengalami permasalahan dalam mempelajari kimia. Dalam pembelajaran kimia
ada banyak permasalahan, diantaranya kesulitan mahasiswa dalam mempelajari
konsep kimia yang 3 dimensi, miskonsepsi mahasiswa, kesulitan dosen dalam
memilih asessmen dan multidata, kekurangcocokan memilih atau membuat media
bahan ajar, kesulitan mengembangakan keterampilan berpikir mahasiswa
(Liliasari, 2009; 2). Penelitian tentang kesulitan kimia telah dilakukan oleh
(Situmorang 2006; 29), mengatakan bahwa kesulitan mendasar yang dialami oleh
peserta didik dalam mempelajari kimia adalah: (1) kesulitan dalam memahami
konsep kimia, (2) kesulitan dengan angka, (3) kesulitan dalam menafsirkan soal,
(4) kesulitan karena pribadinya sendiri, (5) faktor kesehatan, (6) faktor guru
dan sarana prasarana.
Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan
belajar antara lain banyak konsep kimia yang bersifat abstrak. Dalam
mempelajari kimia siswa dihadapkan pada tiga level berpikir yaitu level
makroskopik, mikroskopik dan lambing . Tidak semua siswa dapat berpikir dengan
baik pada level mikroskopik dan lambang. Untuk mempelajari kimia diperlukan
kemampuan matematika yang memadai, di samping ada bagian-bagian yang memerlukan
strategi menghafal. Fasilitas laboratorium sekolah menengah yang kurang memadai
dan kurang tersedianya tenaga teknisi laboratorium dan laboran juga menjadi
penyebab kesulitan belajar siswa (Ashadi, 2009; 13). (Sunyono, 2005; 1)
mengatakan kesulitan mahasiswa dalam memahami isi materi kimia pada dasarnya
bersumber dari empat faktor utama, yakni ketidakmampuan mahasiswa untuk
memahami maksud suatu soal, mengingat persamaan, memilih dan memilah persamaan
yang tepat, dan menggunakan persamaan secara tepat untuk menyelesaikan suatu
soal
Berdasarkan latar belakang tersebut,
pengkajian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan dan kemudian menganalisis
apakah materi ajar pada kejuruan tata
boga ssudah sesuai dengan
kurikulum yang menggambarkan kesedsuaian ilmu dengan kebutuhan di lapangan
kerja, dan dengan hasil kajian pustaka yang ada.
Dari uraian
diatas, maka penulis tertarik melakukan Analisis Materi Ajar
Kimia di Fakultas Teknik jurusan PKK Prodi Tata Boga Fakultas Teknik
Universitas Negeri Medan.
METODE PENELITIAN
Penelitian mini riset
ini dilaksanakan di Program Studi Tata Boga Fakultas
Teknik Universitas Negeri Medan. Instrumen yang digunakan adalah
wawancara, yang diwawancarai adalah sekretaris jurusan dan dosen kimia.
Semua data hasil wawancara dan data lain berupa silabus dikumpulkan kemudian
dianalisis secara deskriptif untuk memetakan
B. HASIL DAN PEMBAHASAN
Perkiraan Jumlah SKS : 150
Mulai Beroperasi : 2007-08-10
Nomor SK DIKTI : 2661/D/T/K-N/2009
SK DIKTI Berakhir : 2013-06-30
Perkiraan Jumlah SKS : 150
Mulai Beroperasi : 2007-08-10
Nomor SK DIKTI : 2661/D/T/K-N/2009
SK DIKTI Berakhir : 2013-06-30
Visi dan Misi
Visi:
1. Menyelnggarakan Pendidikan Untuk Menghasilkan Tenaga Pendidikan
Tata Boga Yang Relevan Dengan Kebutuhan Pasar Kerja Serta Mampu Melakukan
Inovasi Dalam Tata Nilai Masyarakat
2. Menyelenggarakan Pendidikan Dalam Jabatan Sebagai Upaya
Meningkaatkan Mutu kompetensi Tenaga Kependidikan Bidang Tata Boga Dalam
Menerapkan Ilmu Pengetahuan Teknologi Dan Seni (ipteks)
3. Melakukan Kegiatan Penelitian Dan Pengkajian Dalam Rangka
Pengembangan Dan Penerapan Ipteks
4. Menerapkan Ipteks Dalam Bidang Pendidikan Tata Boga Dalam Bentuk
Pengabdian Kepada Masyarakat
5. Perperan Aktif Sebagai Pusat Informasi Dan Desiminasi Ptk Bidang
Tata Boga
6. Melakukan Kerja Sama Dengan Berbagai Dunia Usaha Dan Industri
Dan Upaya Pengembangan Bidang Tata Boga
Misi
Menjadi Jurusan Unggulan Dalam Menghasilkan
Guru Bidang Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan (ptk) Bidang Tata Boga Yang
Bertaqwa, Berjiwa Kebangsaan, Berwawasan Global Dengan Berpijak Pada
Pilar-pilar Kepakaran Dan Profesionalisme.
Jenis mata kuliah yang ada kimia atau terkaitan kimia
Jenis mata kuliah yang ada kimia atau
terkaitan kimia di Prodi Tata Boga ini Kimia bahan makanan sebanyak 2 SKS
dipelajari di semester 3.
Silabus mata kuliah
Silabus mata kuliah dibuat oleh dosen mata
kuliah yang bersangkutan, dan kemudian dibahas bersama terlebih dahulu dalam
rapat di fakultas, dimana untuk mata kuliah Kimia Tata Boga ini pada saat
penelitian ini dilakukan belum ada silabusnya dengan alasan pada semester
sebelumnya dosen yang mengajar bukanlah dosen yang bersangkutan. Jadi perangkat
mengajar yang ada pada dosen masih hanya kontrak kuliah.
Proses perkuliahan
Proses perkuliahan di prodi tata boga pada
mata kuliah kimia dasar kosmetika adalah secara teori dan praktek.
Lingkungan Materi
Ajar di Pendidikan Tata Boga jurusan PKK
Mata Kuliah yang berkaitan dengn kimia yang dipelajari di
jurusan PKK prodi Tata Boga hanya terdiri dari satu mata kuliah dengan
beban SKS sebanyak 2. Mata kuliah tersebut adalah mata kuliaan Kimia bahan makanan.
Sistem Penilaian
1. Sistem penilaian
PAP (Penilaian Acuan Patokan)
2. Nilai
dipeoleh dari hasil penugasan F1 dan F3 serta ujian Block F2 dan F4.
3. Bobot nilai adalah rata-rata dari nilai 60% Kognitif,
20% Afektif, dan 20% Psikomotor.
4. Rentang nilai adalah ≤ 69 = E; 70-79 = C; 80-89 =
B; ≥ 90 = A
Nilai F2 dan F4 adalah
ujian Blok, masing-masing bernilai 100 dengan penskoran sperti berikut ini:
1. Kognitif, skor maksimum 80
2. Softskill, skor maksimum
20
Sumber Belajar
a. Buku Text dan Literatur Pendukung
1. Chang,
Raymond, 2003, Kimia Dasar, Jilid I, Jakarta, Erlangga.
2. Chang,
Raymond, 2003, Kimia Dasar, Jilid II, Jakarta, Erlangga.
3. Diktat
Kimia
b. Media belajar
1. OHP, papantulis, Bagan Alir
Pembuatan Produk
2. Bahan penetuan pH (indikator
universal), Bahan peragawet, akuades
3. Peralatan lab. Sederhana (pipet
mata, gelas ukur, pinset, pengaduk kaca).
c. Pendekatan
1. Belajar kooperatif
2. Konstruktivisme
3. Student Centre Learning
DAFTAR MATA
KULIAH PRODI TATA BOGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
A. Mata Kuliah Umum (MKU)
|
No
|
Kode Mata Kuliah
|
Mata Kuliah
|
SKS
|
|
1
|
MKU 46001
|
PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM
|
3
|
|
2
|
MKU 46002
|
PENDIDIKAN AGAMA
KATOLIK
|
-
|
|
3
|
MKU 46003
|
PENDIDIKAN AGAMA
KRISTEN PROTESTAN
|
-
|
|
4
|
MKU 46012
|
BAHASA INDONESIA
|
3
|
|
5
|
MKU 46014
|
PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
|
3
|
B. Mata Kuliah Dasar Kependikan (MDK)
|
No
|
Kode Mata Kuliah
|
Mata Kuliah
|
SKS
|
|
1
|
MDK 46001
|
FILSAFAT PENDIDIKAN
|
2
|
|
2
|
MDK 46002
|
PERKEMBANGAN PESERTA
DIDIK
|
2
|
|
3
|
MDK 46003
|
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
|
3
|
|
4
|
MDK 46004
|
PROFESI PENDIDIKAN
|
3
|
C. Mata Kuliah BOGA (MKB)
|
No
|
Kode Mata Kuliah
|
Mata Kuliah
|
SKS
|
|
1
|
BOG 46001
|
DASAR BOGA
|
3
|
|
2
|
BOG 46002
|
DASAR SENI DAN
DISAIN
|
3
|
|
3
|
BOG 46003
|
GIZI
|
3
|
|
4
|
BOG 46004
|
PENGETAHUAN BAHAN
MAKANAN
|
3
|
|
5
|
BOG 46005
|
PENGETAHUAN ALAT DAN
PENYAJIAN MAKANAN
|
3
|
|
6
|
BOG 46006
|
PENDIDIKAN KONSUMEN
|
2
|
|
7
|
BOG 46007
|
KIMIA BAHAN MAKANAN
|
2
|
|
8
|
BOG 46008
|
KERAJINAN
|
3
|
|
9
|
BOG 46009
|
KEWIRAUSAHAAN
|
2
|
|
10
|
BOG 46010
|
BAHASA INGGRIS UMUM
|
3
|
|
11
|
BOG 46011
|
BAKERY PASTRY
|
3
|
|
12
|
BOG 46012
|
KESEHATAN DAN
KESELAMATAN
|
3
|
|
13
|
BOG 46013
|
KOMPUTER
|
2
|
|
14
|
BOG 46014
|
IKK
|
3
|
|
15
|
BOG 46015
|
ETIKA DAN ESTETIKA
|
2
|
|
16
|
BOG 46016
|
PENGELOLAAN MAKANAN
ORIENTAL
|
3
|
|
17
|
BOG 46017
|
DEKORASI PENATAAN
DAN PENYAJIAN MAKANAN
|
3
|
|
18
|
BOG 46018
|
BAHASA INGGRIS BOGA
|
2
|
|
19
|
BOG 46019
|
PELAYANAN PRIMA
|
3
|
|
20
|
BOG 46020
|
IBM
|
2
|
|
21
|
BOG 46021
|
APLIKASI KOMPUTER
|
2
|
|
22
|
BOG 46022
|
PENGELOLAAN MAKANAN
KONTINENTAL
|
3
|
|
23
|
BOG 46023
|
MAKANAN NUSANTARA
|
3*
|
|
24
|
BOG 46024
|
MAKANAN POPULER
|
3*
|
|
25
|
BOG 46025
|
KUE-KUE POPULER
|
3**
|
|
26
|
BOG 46026
|
CAKE
|
3**
|
|
27
|
BOG 46027
|
DASAR PENATAAN DAN
PRENYAJIAN KONTINENTAL
|
3***
|
|
28
|
BOG 46028
|
PERHOTELAN
|
3***
|
|
29
|
BOG 46029
|
TEKNOLOGI PANGAN
|
3
|
|
30
|
BOG 46030
|
DASAR PENATAAN
|
3
|
|
31
|
BOG 46031
|
PERENCANAAN
PENGAJARAN
|
2
|
|
32
|
BOG 46032
|
METODOLOGI
PENELITIAN
|
2
|
|
33
|
BOG 46033
|
EVALUASI HASIL
BELAJAR
|
3
|
|
34
|
BOG 46034
|
TELAAH KURIKULUM
|
2
|
|
35
|
BOG 46035
|
PARTY ORIENTAL
|
3*
|
|
36
|
BOG 46036
|
GASTRONOMY
|
3*
|
|
37
|
BOG 46037
|
PUDING
|
3**
|
|
38
|
BOG 46038
|
BAKERY
|
3**
|
|
39
|
BOG 46039
|
PENATAAN DAN
PENYAJIAN MAKANAN LANJUTAN
|
3***
|
|
40
|
BOG 46040
|
BAR
|
3***
|
|
41
|
BOG 46041
|
STATISTIK TERAPAN
|
2
|
|
42
|
BOG 46042
|
SEMINAR
|
2
|
|
43
|
BOG 46043
|
PARTY KONTINENTAL
|
3*
|
|
44
|
BOG 46044
|
KONTINENTAL
PRODUCTION
|
3*
|
|
44
|
BOG 46045
|
COOKIES
|
3**
|
|
45
|
BOG 46046
|
DEKORASI KUE
|
3**
|
|
46
|
BOG 46047
|
PENATAAN RUANGAN
|
3***
|
|
47
|
BOG 46048
|
RESTORAN
|
3***
|
|
48
|
BOG 46049
|
MICROTEACHING
|
2
|
|
49
|
BOG 46050
|
CIPTA DAN MODIFIKASI
MAKANAN
|
4*
|
|
50
|
BOG 46051
|
CIPTA DAN MODIFIKASI
KUE
|
4**
|
|
51
|
BOG 46052
|
MANAJEMEN
PENGELOLAAN USAHA BOGA
|
4***
|
|
52
|
BOG 46053
|
PKL + KKN
|
8
|
|
53
|
BOG 46054
|
PKLI
|
6
|
|
54
|
BOG 46055
|
PAMERAN
|
4
|
|
55
|
BOG 46056
|
SKRIPSI
|
6
|
Pembahasan
Dari data hasil wawancara dengan narasumber
diperoleh bahwa mata kuliah yang terkait ilmu kimia hanya satu yaitu kimia teknik
dengan bobot 2 sks. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum berbasis
kompetensi sistem blok mata kuliah. Dalam proses perkuliahan proses
pembelajaran kimia dilakukan dalam bentuk teori tanpa melaksanakan praktikum
karena jurusan Tata Boga tidak dilengkapi dengan sarana laboratorium kimia.
Mengenai sumber belajar/ bahan ajar dosen memberikan referensi/ literature
dan juga menggunakan diktat. Mengenai prasyarat dosen yang mengajar di
prodi tata boga, dosen yang mengajar adalah dosen dari jurusan kimia Unimed.
1. Masalah Pembelajaran
dan Solusi
Setelah melakukan penelitian di fakultas
tersebut, peneliti mengamati adanya beberapa masalah pembelajaran yang dapat
mempengaruhi kualitas hasil belajar kimia ataupun mata kuliah yang berkaitan
dengan kimia dari mahasiswa di fakultas tersebut. Masalah ataupun kendala yang
terdapat prodi tata boga dapat diuraikan sebagai berikut:
Latar belakang pendidikan mahasiswa
Mahasiswa Program
Studi Tata Boga tidak
cukup mengetahui apa itu kimia dan tuntutan/ manfaat mereka mempelajari kimia.
Ini boleh terjadi karena kebanyakan mahasiswa Program
Studi Tata Boga berlatarbelakang
belakang pendidikan SMA namun program jurusan IPS, sehingga pengetahuan
awal mereka tentang kimia masih sangat kurang. Saat peneliti menanyakan
bagaimana minat belajar mahasiswa prodi tata boga, dosennya, yaitu bapak Rahmat
Nauli mengatakan bahwa minat belajar kimia mahasiswa tata boga tergolong
rendah.
Solusi untuk hal ini adalah: hendaknya dosen
menumbuhkan motivasi dan minat siswa untuk mempelajari kimia dengan cara
memotivasi siswa, melakukan pembelajaran yang menarik di dalam kelas.
Kurangnya beban SKS
untuk mata kuliah kimia
Prodi tata boga Unimed
hanya membebankkan 2SKS mata kuliah kimia, yaitu hanya mata kuliah kimia bahan
makanan. Semenntara mata kuliah kimia dasar yang mendaasari kimia bahan makanan
tersebut tidak dibberikan sehinggga mahasiswa belum dibekali gambaran
awal mengenai kimia.
Solusi: Memberikan mata kuliah kimia dasar sebagai pondasi mempelajari kimia bahan makanan
Solusi: Memberikan mata kuliah kimia dasar sebagai pondasi mempelajari kimia bahan makanan
Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Materi Ajar
Pada saat
penelitian ini dilakukan, silabus dan RPP dari dosen belum ada dibuat
yang ada hanya kontrak kuliah antara dosen dengan mahasiswa. Alasan yang diberikan
dosen adalah bahwa dosen tersebut baru semester ini mengajar di prodi tata
boga. Padahal pada waktu penelitian dilakukaan, proses perkuliahan sudah
berjalan sekitar 2 minggu. Selanjutnya mengenai materi ajar yang diajarkan,
dosen menjelaskan bahwa karena jumlah SKS nya yang sedikit menjadikkan beliau
agak kewalahan harus memilah-milah materi yang mana yang harus diajarkan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan dosen yangbersangkutan, beliau
menyatakan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya dosen yang mengajar di prodi
tersebut hanya mengajarkan kimia dasar tanpa ada kimia terapan walaupun nama
mata kuliah tersebut adalah kimia tata boga.
Jumlah Mata Kuliah
Berdasarkan mata kuliah acuan dari Universitas Negeri Jakarta, dapat dilihat
bahwa jumlah mata kuliah yang berhubungan dengan kimia ada 4 SKS, yaitu 2 SKS
untuk Kimia Bahan Makanan Jika hal ini dihubungkan dengan latar belakang
pendidikan mahasiswa pada saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, maka hal
ini tentu tidak sangat mendukung, karena untuk mempelajari kimia bahan makana
(kimia tata boga) seharusnya mahasiswa tersebut sudah banyak memahami tentang
kimia dasar. Padahal jika pada masa SMA, mereka adalah dari jurusan IPS atau
dari SMK maka jelas hal ini sudah sangat tidak mendukung proses pembelajaran di
prodi tersebut.
C. SIMPULAN
1. Perangkat pembelajaran
pada mata kuliah Kimia Bahan Makanan di prodi
Tata Boga belum memenuhi syarat karena RPP dan silabus belum disusun oleh dosen padahal perkuliahan telah berlanggsung.
Tata Boga belum memenuhi syarat karena RPP dan silabus belum disusun oleh dosen padahal perkuliahan telah berlanggsung.
2. Materi ajar yang
diajarkan masih harus dipilah-pilah oleh dari mata kuliah acuan yang ada dari
Universitas Negeri Jakarta yang mana sesuai sehingga belum ada materi ajar yang
tetap.
3. Terdapat beberapa masalah
pembelajaran yang dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar kimia ataupun mata
kuliah yang berkaitan dengan kimia dari mahasiswa di fakultas tersebut yaitu
bahwa latar belakang pendidikan mahasiswa yang berbeda mengakibatkan
pengetahuan awal mahasiswa berbeda satu dengan yang lain dan buku pegangan yang
belum ada.
4. Jumlah SKS
mata kuliah yang berhubungan dengan kimia masih kurang.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S, (2001), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan,
Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
http://www.warta
unair.ac.id (diakses tanggal 5 Desember 2011).
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2029037-membangun-perguruantinggi-yang-berkualitas/ (diakses tanggal 26 Agustus 2010)
Rumansyah,
(2004), Hasil Penelitian PPD, HEDS, Dosen PS Pendidikan Kimia FKIP
Universitas
Negeri Lampung.http://www.depdiknas./go.id/jurnal/47/Rumansyah (diakses
tanggal 15 April 2010).