Kamis, 12 November 2015

ANALISIS MATERI AJAR KIMIA



ANALISIS MATERI AJAR DAN MASALAH  PEMBELAJARAN
DI FAKULTAS TEKNIK  JURUSAN PKK
PRODI TATA BOGA UNIMED

Abstrak
Leony S.L. Purba  (8126141011)

            Penelitian berbentuk mini riset ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian materi ajar dengan kebutuhan Prodi dan juga untuk mengetahui masalah-masalah pembelajaran yang ada di Prodi Tata Boga, Fakultas Teknik  Unimed . Penelitian ini dilaksanakan di fakultas teknik Universitas  Negeri Medan, dimana yang menjadi sampel adalah Prodi Tata B0ga. Untuk mencapai tujuan dilakukan penelitian dengan pendekatan deskriptif, dimana instrumen penelitian yang digunakan yaitu wawancara dan dokumen. Wawancara dilakukan kepada ketua prodi Tata Boga dan dosen yang mengampu mata kuliah kimia atau yang berkaitan dengan kimia, sementara dokumen yang diperoleh adalah kontrak kuliah dari dosen pengampu. Kemudian data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara deskriptif.
            Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka di dapat bahwa pada prodi Tata Boga pada mata kuliah kimia tata boga belum memiliki silabus dan RPP yang ada hanya kontrak kuliah antara dosen dengan mahasiswa. Berdasarkan mata kuliah acuan dari UNJ bahwa jumlah SKS mata kuliah yang berhubungan dengan kimia seharusnya berjumlah 4 SKS, namun yang ada pada Unimed hanya 2 SKS yaitu Kimia tata boga. Kendala tersebut mengakibatkan pengetahuan awal mahasiswa kurang karena kurangnya waktu dosen dalam hal mengenai materi dalam hal mengajarkam kimia dasar.


A.  PENDAHULUAN
Perubahan demi perubahan selalu dilakukan demi meningkatkan mutu pendidikan indonesia, sehingga Bangsa Indonesia dapat memproduksi lulusan pendidikan yang berkualitas agar dapat meningkatkan kesejahteraan Negara ini. Pendidikan yang berkualitas harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, dan merupakan penjabaran lebih lanjut dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, telah menggariskan ketentuan minimum bagi satuan pendidikan formal agar dapat memenuhi mutu pendidikan di semua jenjang pendidikan.
Karena begitu beragamnya pendidikan di Indonesia, maka dilakukan pemerataan pendidikan melalui semua jalur. Pemerataan nampak pada persebaran prestasi anak didik. Untuk mengukur prestasi, mereka menggunakan apa yang disebut dengan Indeks Fasilitas (IF) yang merupakan perbandingan jumlah peserta SPMB/UMPTN kelompok IPA yang menjawab soal ujian dengan benar dibandingkan dengan jumlah seluruh peserta. Dengan demikian bila didapati nilai IF yang besar maka berarti banyak peserta menjawab dengan benar soal ujian tersebut, dan bila nilai IF kecil adalah kebalikannya. Hasil Indeks Fasilitas dari calon mahasiswa di Sumatera dan Jawa Barat tersebut selama rentang sembilan tahunan (1997-2006) adalah: Biologi indeks fasilitas 27,5%, Fisika indeks fasilitas 14,6%, Kimia  indeks fasilitas 28,4%, Matematika indeks fasilitas 16,3%. Hal ini menunjukkan bahwa soal-soal MIPA sangat sulit bagi calon mahasiswa kita (tidak ada yang diatas batas layak sekitar 70% lebih; kalau dianggap nilai 7 dari skala 0-10 adalah "layak"); pelajaran fisika termasuk yang paling sulit dan yang paling baik adalah pelajaran kimia, walaupun masih jauh di bawah angka yang diharapkan. Pelajaran Biologi yang dianggap lebih mudah dan banyak hapalan tidak mencerminkan hasil yang bagus juga. Bila dirujuk bahwa MIPA merupakan dasar berkembangnya produktivitas, inovasi maupun 'competitiveness' suatu bangsa, maka ini juga mengindikasikan negara kita masih lemah dalam menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan kompetitif.
 Dari pemaparan diatas ditemukan bahwa hasil belajar kimia tergolong rendah, dapat disimpulkan bahwa ada peserta didik yang mengalami permasalahan dalam mempelajari kimia. Dalam pembelajaran kimia ada banyak permasalahan, diantaranya kesulitan mahasiswa dalam mempelajari konsep kimia yang 3 dimensi, miskonsepsi mahasiswa, kesulitan dosen dalam memilih asessmen dan multidata, kekurangcocokan memilih atau membuat media bahan ajar, kesulitan mengembangakan keterampilan berpikir mahasiswa (Liliasari, 2009; 2). Penelitian tentang kesulitan kimia telah dilakukan oleh (Situmorang 2006; 29), mengatakan bahwa kesulitan mendasar yang dialami oleh peserta didik dalam mempelajari kimia adalah: (1) kesulitan dalam memahami konsep kimia, (2) kesulitan dengan angka, (3) kesulitan dalam menafsirkan soal, (4) kesulitan karena pribadinya sendiri, (5) faktor kesehatan, (6) faktor guru dan sarana prasarana. 
Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar antara lain banyak konsep kimia yang bersifat abstrak. Dalam mempelajari kimia siswa dihadapkan pada tiga level berpikir yaitu level makroskopik, mikroskopik dan lambing . Tidak semua siswa dapat berpikir dengan baik pada level mikroskopik dan lambang. Untuk mempelajari kimia diperlukan kemampuan matematika yang memadai, di samping ada bagian-bagian yang memerlukan strategi menghafal. Fasilitas laboratorium sekolah menengah yang kurang memadai dan kurang tersedianya tenaga teknisi laboratorium dan laboran juga menjadi penyebab kesulitan belajar siswa (Ashadi, 2009; 13). (Sunyono, 2005; 1) mengatakan kesulitan mahasiswa dalam memahami isi materi kimia pada dasarnya bersumber dari empat faktor utama, yakni ketidakmampuan mahasiswa untuk memahami maksud suatu soal, mengingat persamaan, memilih dan memilah persamaan yang tepat, dan menggunakan persamaan secara tepat untuk menyelesaikan suatu soal
Berdasarkan latar belakang tersebut, pengkajian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan dan kemudian menganalisis apakah materi ajar pada  kejuruan tata boga ssudah sesuai dengan kurikulum yang menggambarkan kesedsuaian ilmu dengan kebutuhan di lapangan kerja, dan dengan hasil kajian pustaka yang ada.
Dari uraian diatas, maka penulis tertarik melakukan Analisis Materi Ajar Kimia di Fakultas Teknik jurusan PKK Prodi Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

METODE PENELITIAN
Penelitian mini riset ini dilaksanakan di Program Studi Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. Instrumen  yang digunakan adalah wawancara, yang diwawancarai adalah  sekretaris jurusan dan dosen kimia. Semua data hasil wawancara dan data lain berupa silabus dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif  untuk memetakan

B. HASIL DAN PEMBAHASAN
Perkiraan Jumlah SKS : 150
Mulai Beroperasi : 2007-08-10
Nomor SK DIKTI : 2661/D/T/K-N/2009
SK DIKTI Berakhir : 2013-06-30
 Visi dan Misi
Visi:
1.      Menyelnggarakan Pendidikan Untuk Menghasilkan Tenaga Pendidikan Tata Boga Yang Relevan Dengan Kebutuhan Pasar Kerja Serta Mampu Melakukan Inovasi Dalam Tata Nilai Masyarakat
2.      Menyelenggarakan Pendidikan Dalam Jabatan Sebagai Upaya Meningkaatkan Mutu kompetensi Tenaga Kependidikan Bidang Tata Boga Dalam Menerapkan Ilmu Pengetahuan Teknologi Dan Seni (ipteks)
3.      Melakukan Kegiatan Penelitian Dan Pengkajian Dalam Rangka Pengembangan Dan Penerapan Ipteks
4.      Menerapkan Ipteks Dalam Bidang Pendidikan Tata Boga Dalam Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat
5.      Perperan Aktif Sebagai Pusat Informasi Dan Desiminasi Ptk Bidang Tata Boga
6.      Melakukan Kerja Sama Dengan Berbagai Dunia Usaha Dan Industri Dan Upaya Pengembangan  Bidang Tata Boga

Misi
Menjadi Jurusan Unggulan Dalam Menghasilkan Guru Bidang Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan (ptk) Bidang Tata Boga Yang Bertaqwa, Berjiwa Kebangsaan, Berwawasan Global Dengan Berpijak Pada Pilar-pilar Kepakaran Dan Profesionalisme.

Jenis mata kuliah yang ada kimia atau terkaitan kimia
Jenis mata kuliah yang ada kimia atau terkaitan kimia di Prodi Tata Boga  ini Kimia bahan makanan sebanyak 2 SKS dipelajari di semester 3.

Silabus mata kuliah
Silabus mata kuliah dibuat oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan, dan kemudian dibahas bersama terlebih dahulu dalam rapat di fakultas, dimana untuk mata kuliah Kimia Tata Boga ini pada saat penelitian ini dilakukan belum ada silabusnya dengan alasan pada semester sebelumnya dosen yang mengajar bukanlah dosen yang bersangkutan. Jadi perangkat mengajar yang ada pada dosen masih hanya kontrak kuliah.

Proses perkuliahan
Proses perkuliahan di prodi tata boga pada mata kuliah kimia dasar kosmetika adalah secara teori dan praktek.

 Lingkungan Materi Ajar di Pendidikan Tata Boga jurusan PKK
Mata Kuliah yang berkaitan dengn kimia yang dipelajari di jurusan PKK prodi Tata Boga hanya terdiri dari satu mata kuliah  dengan beban SKS sebanyak 2. Mata kuliah tersebut adalah mata kuliaan Kimia bahan makanan.



Sistem Penilaian
1. Sistem penilaian PAP (Penilaian Acuan Patokan)
2.  Nilai dipeoleh dari hasil penugasan F1 dan F3 serta ujian Block F2 dan F4.
3.  Bobot nilai adalah rata-rata dari nilai 60% Kognitif, 20% Afektif, dan 20% Psikomotor.
4.   Rentang nilai adalah ≤ 69 = E; 70-79 = C; 80-89 = B; ≥ 90 = A
Nilai F2 dan F4 adalah ujian Blok, masing-masing bernilai 100 dengan penskoran sperti berikut ini:
1.      Kognitif, skor maksimum 80
2.      Softskill, skor maksimum 20

Sumber Belajar
 a. Buku Text dan Literatur Pendukung
1.   Chang, Raymond, 2003, Kimia Dasar, Jilid I, Jakarta, Erlangga.
2.   Chang, Raymond, 2003, Kimia Dasar, Jilid II, Jakarta, Erlangga.
3.   Diktat Kimia

b. Media belajar
1.  OHP, papantulis, Bagan Alir Pembuatan Produk
2.  Bahan penetuan pH (indikator universal), Bahan peragawet, akuades
3.  Peralatan lab. Sederhana (pipet mata, gelas ukur, pinset, pengaduk kaca).

         c. Pendekatan
1.   Belajar kooperatif
2.   Konstruktivisme
3.   Student Centre Learning





 DAFTAR MATA KULIAH PRODI TATA BOGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS  NEGERI MEDAN
A. Mata Kuliah Umum (MKU)
No
Kode Mata Kuliah
Mata Kuliah
SKS
1
MKU 46001
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
3
2
MKU 46002
PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK
-
3
MKU 46003
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PROTESTAN
-
4
MKU 46012
BAHASA INDONESIA
3
5
MKU 46014
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
3

B. Mata Kuliah Dasar Kependikan (MDK)
No
Kode Mata Kuliah
Mata Kuliah
SKS
1
MDK 46001
FILSAFAT PENDIDIKAN
2
2
MDK 46002
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
2
3
MDK 46003
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
3
4
MDK 46004
PROFESI PENDIDIKAN
3

C. Mata Kuliah BOGA (MKB)
No
Kode Mata Kuliah
Mata Kuliah
SKS
1
BOG 46001
DASAR BOGA
3
2
BOG 46002
DASAR SENI DAN DISAIN
3
3
BOG 46003
GIZI
3
4
BOG 46004
PENGETAHUAN BAHAN MAKANAN
3
5
BOG 46005
PENGETAHUAN ALAT DAN PENYAJIAN MAKANAN
3
6
BOG 46006
PENDIDIKAN KONSUMEN
2
7
BOG 46007
KIMIA BAHAN MAKANAN
2
8
BOG 46008
KERAJINAN
3
9
BOG 46009
KEWIRAUSAHAAN
2
10
BOG 46010
BAHASA INGGRIS UMUM
3
11
BOG 46011
BAKERY PASTRY
3
12
BOG 46012
KESEHATAN DAN KESELAMATAN
3
13
BOG 46013
KOMPUTER
2
14
BOG 46014
IKK
3
15
BOG 46015
ETIKA DAN ESTETIKA
2
16
BOG 46016
PENGELOLAAN MAKANAN ORIENTAL
3
17
BOG 46017
DEKORASI PENATAAN DAN PENYAJIAN MAKANAN
3
18
BOG 46018
BAHASA INGGRIS BOGA
2
19
BOG 46019
PELAYANAN PRIMA
3
20
BOG 46020
IBM
2
21
BOG 46021
APLIKASI KOMPUTER
2
22
BOG 46022
PENGELOLAAN MAKANAN KONTINENTAL
3
23
BOG 46023
MAKANAN NUSANTARA
3*
24
BOG 46024
MAKANAN POPULER
3*
25
BOG 46025
KUE-KUE POPULER
3**
26
BOG 46026
CAKE
3**
27
BOG 46027
DASAR PENATAAN DAN PRENYAJIAN KONTINENTAL
3***
28
BOG 46028
PERHOTELAN
3***
29
BOG 46029
TEKNOLOGI PANGAN
3
30
BOG 46030
DASAR PENATAAN
3
31
BOG 46031
PERENCANAAN PENGAJARAN
2
32
BOG 46032
METODOLOGI PENELITIAN
2
33
BOG 46033
EVALUASI HASIL BELAJAR
3
34
BOG 46034
TELAAH KURIKULUM
2
35
BOG 46035
PARTY ORIENTAL
3*
36
BOG 46036
GASTRONOMY
3*
37
BOG 46037
PUDING
3**
38
BOG 46038
BAKERY
3**
39
BOG 46039
PENATAAN DAN PENYAJIAN MAKANAN LANJUTAN
3***
40
BOG 46040
BAR
3***
41
BOG 46041
STATISTIK TERAPAN
2
42
BOG 46042
SEMINAR
2
43
BOG 46043
PARTY KONTINENTAL
3*
44
BOG 46044
KONTINENTAL PRODUCTION
3*
44
BOG 46045
COOKIES
3**
45
BOG 46046
DEKORASI KUE
3**
46
BOG 46047
PENATAAN RUANGAN
3***
47
BOG 46048
RESTORAN
3***
48
BOG 46049
MICROTEACHING
2
49
BOG 46050
CIPTA DAN MODIFIKASI MAKANAN
4*
50
BOG 46051
CIPTA DAN MODIFIKASI KUE
4**
51
BOG 46052
MANAJEMEN PENGELOLAAN USAHA BOGA
4***
52
BOG 46053
PKL + KKN
8
53
BOG 46054
PKLI
6
54
BOG 46055
PAMERAN
4
55
BOG 46056
SKRIPSI
6






Pembahasan
Dari data hasil wawancara dengan narasumber diperoleh bahwa mata kuliah yang terkait ilmu kimia hanya satu yaitu kimia teknik dengan bobot 2 sks. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum berbasis kompetensi sistem blok mata kuliah. Dalam proses perkuliahan proses pembelajaran kimia dilakukan dalam bentuk teori tanpa melaksanakan praktikum karena jurusan Tata Boga tidak dilengkapi dengan sarana laboratorium kimia. Mengenai sumber belajar/ bahan ajar dosen memberikan referensi/ literature  dan juga menggunakan diktat. Mengenai prasyarat dosen yang mengajar di prodi tata boga, dosen yang mengajar adalah dosen dari jurusan kimia Unimed.
1.      Masalah Pembelajaran dan Solusi
Setelah melakukan penelitian di fakultas tersebut, peneliti mengamati adanya beberapa masalah pembelajaran yang dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar kimia ataupun mata kuliah yang berkaitan dengan kimia dari mahasiswa di fakultas tersebut. Masalah ataupun kendala yang terdapat prodi tata boga dapat diuraikan sebagai berikut:
Latar belakang pendidikan mahasiswa
Mahasiswa Program Studi Tata Boga tidak cukup mengetahui apa itu kimia dan tuntutan/ manfaat mereka mempelajari kimia. Ini boleh terjadi karena kebanyakan mahasiswa Program Studi Tata Boga berlatarbelakang belakang pendidikan SMA namun program jurusan IPS,  sehingga pengetahuan awal mereka tentang kimia masih sangat kurang. Saat peneliti menanyakan bagaimana minat belajar mahasiswa prodi tata boga, dosennya, yaitu bapak Rahmat Nauli mengatakan bahwa minat belajar kimia mahasiswa tata boga tergolong rendah.
Solusi untuk hal ini adalah: hendaknya dosen menumbuhkan motivasi dan minat siswa untuk mempelajari kimia dengan cara memotivasi siswa, melakukan pembelajaran yang menarik di dalam kelas.

Kurangnya beban SKS untuk mata kuliah kimia
Prodi tata boga Unimed hanya membebankkan 2SKS mata kuliah kimia, yaitu hanya mata kuliah kimia bahan makanan. Semenntara mata kuliah kimia dasar yang mendaasari kimia bahan makanan tersebut tidak dibberikan sehinggga  mahasiswa belum dibekali gambaran awal mengenai kimia.
            Solusi: Memberikan mata kuliah kimia dasar sebagai pondasi mempelajari kimia bahan makanan

Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Materi Ajar
          Pada saat penelitian ini dilakukan, silabus dan RPP dari dosen  belum ada dibuat yang ada  hanya kontrak kuliah antara dosen dengan mahasiswa. Alasan yang diberikan dosen adalah bahwa dosen tersebut baru semester ini mengajar di prodi tata boga. Padahal pada waktu penelitian dilakukaan, proses perkuliahan sudah berjalan sekitar 2 minggu. Selanjutnya mengenai materi ajar yang diajarkan, dosen menjelaskan bahwa karena jumlah SKS nya yang sedikit menjadikkan beliau agak kewalahan harus memilah-milah materi yang mana yang harus diajarkan.  Berdasarkan hasil wawancara dengan dosen yangbersangkutan, beliau menyatakan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya dosen yang mengajar di prodi tersebut hanya mengajarkan kimia dasar tanpa ada kimia terapan walaupun nama mata kuliah tersebut adalah kimia tata boga.

Jumlah Mata Kuliah
            Berdasarkan mata kuliah acuan dari Universitas Negeri Jakarta, dapat dilihat bahwa jumlah mata kuliah yang berhubungan dengan kimia ada 4 SKS, yaitu 2 SKS untuk Kimia Bahan Makanan  Jika hal ini dihubungkan dengan latar belakang pendidikan mahasiswa pada saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, maka hal ini tentu tidak sangat mendukung, karena untuk mempelajari kimia bahan makana (kimia tata boga) seharusnya mahasiswa tersebut sudah banyak memahami tentang kimia dasar. Padahal jika pada masa SMA, mereka adalah dari jurusan IPS atau dari SMK maka jelas hal ini sudah sangat tidak mendukung proses pembelajaran di prodi tersebut.








C. SIMPULAN
1.      Perangkat pembelajaran pada mata kuliah Kimia Bahan Makanan di prodi
Tata Boga belum memenuhi syarat karena RPP dan silabus belum disusun oleh dosen padahal perkuliahan telah berlanggsung.
2.      Materi ajar yang diajarkan masih harus dipilah-pilah oleh dari mata kuliah acuan yang ada dari Universitas Negeri Jakarta yang mana sesuai sehingga belum ada materi ajar yang tetap.
3.      Terdapat beberapa masalah pembelajaran yang dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar kimia ataupun mata kuliah yang berkaitan dengan kimia dari mahasiswa di fakultas tersebut yaitu bahwa latar belakang pendidikan mahasiswa yang berbeda mengakibatkan pengetahuan awal mahasiswa berbeda satu dengan yang lain dan buku pegangan yang belum ada.
4.        Jumlah SKS mata kuliah yang berhubungan dengan kimia masih kurang.


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S, (2001), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
http://www.warta unair.ac.id (diakses tanggal 5 Desember 2011).
Rumansyah, (2004), Hasil Penelitian PPD, HEDS, Dosen PS Pendidikan Kimia FKIP
Universitas Negeri Lampung.http://www.depdiknas./go.id/jurnal/47/Rumansyah (diakses tanggal 15 April 2010).